MUDRA DEWATA THERAPY

Yoga Healing Bali meditasi Aura Ubud retreat Workshop Natural Indonesia

Demonstrasi tentang bentuk-bentuk mudra juga saya lihat beragam namun Di YOGA HEALING BALI . Praktek mudra biasanya diajarkan secara visual oleh Guru, dan dilatih kemunculannya kewat kesadaran Jiwa. sehingga Mudra yang muncul memang dari tuntunan Jiwa untuk segala keperluan kita.

MANTRA

Sebelum menguraikan lebih jauh mengenai mudra, ada baiknya terlebih dahulu mengetahui tentang mantra, karena mudra dilakukan seiring dengan mantra.

Mantra adalah kata-kata yang penuh arti serta suara-suara rahasia yang bersumber pada Weda Sruti. Dikatakan sebagai suara-suara rahasia, karena ada beberapa mantra yang tidak dapat diterjemahkan atau diartikan namun mempunyai kekuatan magis tertentu.

Mengapa demikian, karena jika kata-kata mantra yang diucapkan serta mempunyai arti atau terjemahan tertentu bermakna sebagai pujian dan permohonan kepada Hyang Widhi dari manusia yang ketika itu berbahasa Sanskerta, maka bagian kata-kata mantra yang bersifat rahasia merupakan cetusan dari pikiran yang tidak terbatas untuk menuju kepada Hyang Widhi yang Acintiya artinya yang maha kuasa, maha sempurna, yang tak terpikirkan, tak berwujud, dan ada di mana-mana.

Dalam mantra sering dijumpai kata-kata yang tidak lengkap artinya, baik karena diucapkan dengan satu suara yang terdiri dari satu huruf swara maupun terdiri dari dua huruf yaitu huruf mati dan huruf hidup, atau lebih dari dua huruf tetapi terdiri dari satu, dua, atau tiga suku kata.

Bentuk mantra seperti itu disebut “bijamantra” dan huruf-huruf asal yang membentuk mantra itu dinamakan “bijaksara”. Satu mantra dapat diulang-ulang dua atau tiga kali menurut keperluan dan sesuai dengan penempatan sifat “rahasia” yang sudah diuraikan di atas.

SIMBOLISME

Simbolisme dalam Ilmu Filsafat Samskara disebut pula sebagai Niyasa, artinya perwujudan bentuk mental kulturil dan spiritualisme yang didasari oleh prinsip “satkarya wada” yakni keyakinan bahwa apa yang ada di dunia ini adalah sama dengan bentuk asalnya, atau dengan kata lain bentuk apapun di dunia ini adalah ciptaan Hyang Widhi.

Dari pengertian ini kemudian berkembang keyakinan bahwa unsur-unsur mikro kosmos (bhuwana alit) adalah sama dengan unsur-unsur makro kosmos (bhuwana agung). Oleh karena itu dalam falsafah Samskara diyakini pula apa yang dipikirkan manusia adalah wujud dari keragaman kekuasaan Hyang Widhi. Seterusnya apa yang dibuat manusia sesuai dengan yang dipikirkannya adalah juga ciptaan Hyang Widhi. Mantra dan Mudra juga adalah niyasa.

MUDRA

Yoga Healing Bali meditasi Aura Ubud retreat Workshop Natural IndonesiaMudra, mantra, dan manah mempunyai kaitan yang erat karena ketiganya merupakan perwujudan dari Tri Pramana sebagai karunia Hyang Widhi kepada umat manusia yaitu Sabda-Bayu-Idep dalam pengertian bahwa manusia ditakdirkan mampu berkata-kata, mampu bergerak, dan mampu berpikir.

Dalam filsafat Samskara dinyatakan bahwa manusia selalu harus bersyukur karena mempunyai ketiga kemampuan itu, sehingga manusia dapat dibedakan dengan binatang yang hanya mempunyai sabda dan bayu, dan tumbuh-tumbuhan yang hanya mempunyai bayu saja.

Mantra yang diucapkan dengan mulut adalah perwujudan sabda, mudra yang dilaksanakan dengan sikap duduk dan sikap tangan adalah perwujudan bayu, dan manah atau pikiran yang dikonsentrasikan pada makna mantra adalah perwujudan dari idep. Hubungan antara mantra dengan mudra disebut sebagai Wimarsa karena mudra adalah refleksi dari mantra.

Di samping itu mudra banyak berkaitan dengan arah mata angin dan cakra. Arah mata angin yang dikenal sebagai pengider-ider Dewata Nawa Sangga mengandung pengertian bahwa Hyang Widhi berada di segala penjuru mata angin, yaitu di:

  1. Timur sebagai Ishwara
  2. Tenggara sebagai Mahesora
  3. Selatan sebagai Brahma
  4. Barat Daya sebagai Rudra
  5. Barat sebagai Mahadewa
  6. Barat Laut sebagai Sangkara
  7. Utara sebagai Wisnu
  8. Timur Laut sebagai Sambu
  9. Tengah-Tengah (Sentral) sebagai Siwa-Sadasiwa-Paramasiwa

Cakra adalah pusat-pusat kekuatan Hyang Widhi pada tubuh manusia, dikenal ada tujuh cakra, yaitu:

  1. Muladara letaknya di dubur
  2. Swadistana letaknya di kelamin
  3. Manipura letaknya di pusar
  4. Anahata letaknya di jantung
  5. Wisudhi letaknya di pangkal tenggorokan
  6. Ajnya letaknya di sela-sela alis
  7. Sahasrara letaknya di ubun-ubun

Hubungan antara mudra dengan arah mata angin dan cakra juga disebut sebagai wimarsa karena mudra juga adalah perwujudan Hyang Widhi di segala penjuru mata angin dan perwujudan Hyang Widhi dalam tubuh manusia.

Dalam makro kosmos (bhuwana agung) mudra juga berkaitan dengan tiga alam, yaitu:

  1. Alam Bhur loka yaitu kehidupan di bumi
  2. Alam Bwah loka yaitu kehidupan para Dewa
  3. Alam Swah loka yaitu kehidupan di Nirwana

Hubungan mudra dengan ketiga alam itupun disebut sebagai wimarsa karena mudra juga mewujudkan keberadaan ketiga alam itu.

KESIMPULAN

Dari uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa mudra adalah bentuk-bentuk gerakan tangan dan jari sebagai niyasa untuk mewujudkan Hyang Widhi dalam alam pikiran serta mempersembahkan atau memohon sesuatu kepada-Nya sesuai dengan makna mantra yang diucapkan.

PENGELOMPOKAN MUDRA & PENGGUNAANNYA

Mudra untuk Bhuwana Alit:

  1. Parasu mudra, penolak rintangan dan kekecewaan
  2. Hrdaya mudra, pensucian jiwa atau noda
  3. Astra mudra, penolak kesedihan
  4. Wrsada mudra, penolak racun
  5. Sikha mudra, penolak kematian atau sifat Rudra
  6. Trisula mudra, pengendali angin
  7. Kawaca mudra, penolak bisa binatang
  8. Dhanu mudra, penolak kejahatan
  9. Pratistha mudra, mempertemukan atman dengan Brahman

Mudra untuk Bhuwana Agung:

  1. Trisula mudra: timur laut, penolak kekotoran
  2. Bajra mudra: timur, terima kasih kepada Sanghyang Dharma
  3. Sangkha mudra tenggara, memberi kepuasan pada Dewa Mrtiyu
  4. Danda mudra: selatan, kepuasan pada Dewa Brahma
  5. Khadga mudra: barat daya, pensucian jiwa
  6. Nagapasa (Pasa) mudra: barat, terima kasih pada Dewa Baruna
  7. Dwaja mudra: barat laut, penolak mejik
  8. Cakra mudra: utara, pensucian kecemaran dan menghilangkan kesusahan atas anugrah Bethara Kala
  9. Padma mudra: tengah, memberi kepuasan bathin atas anugrah Dewa Siwa.

Mudra untuk astra mantra:

  1. Akasa
  2. Pertiwi
  3. Takep tangan
  4. Usap tangan
  5. Kepok
  6. Petik
  7. Naraca
  8. Wrsada
  9. Cakra
  10. Wyoma
  11. Astra
  12. Hrdaya

MERANGKAI MUDRA

Mudra yang mengikuti mantram merupakan satu kesatuan yang merangkai beberapa mudra. Oleh karena itu mudra tidaklah statis. Perpindahan bentuk dari mudra satu dengan yang lain merupakan seni tersendiri karena dikembangkan oleh masing-masing pemuja, namun tetap berpegang pada hasil mudra yang sudah dibakukan sesuai dengan gambar-gambar di bawah. Oleh karena itu untuk dapat melaksanakan mudra dengan baik perlu latihan yang intensif.

MUDRA SEBAGAI PENGOBATAN

Mudra secara umum diyakin sebagai bagian proses sembahyang para Sulinggih, padahal mudra itu adalah juga merupakan gerak penyembuhan (dilakukan oleh beberapa perguruan spiritual ) yang mengaktifkan seluruh elemen dasar pada tubuh seperti ; api, angin, angkasa, tanah dan air.   misalnya :
1. DHYANA MUDRA : sentuhkan ujung ibu jari dengan ujung telunjuk (sampai menyentuh
ujung syaraf ) selama 10 mnit dan dilanjutkan menjadi 30 – 45 menit, untuk mengurangi ketegangan dan tidak bisa tidur.
2. VAYU MUDRA :lipat ujung jari telunjuk sampai menyentuh pangkal ibu jari dipuncak garis venus
dan tindih dengan ibu jari ( waktu sda), untuk menghilangkan rematik, arthritis, batuk,
parkinson dan sirkulasi darah yang tidak seimbang.
3. SHUNYA MUDRA :lipat ujung jari tengan sampai menyentuh ujun garis venus dan tekan
dengan ibu jari ( waktu sda ), untuk menghilangkan sakit telinga, tuli dan vertigo.
4. VARUN MUDRA : sentuhkan ujung jari kelingking dengan ibu jari ( waktu sda ) untuk
menyembuhkan darah kotor, dan dehidrasi / kekurangan air.
5. PRANA MUDRA : lipat kedua jari kelingking dan jari manis sampai menyentuh pangkal ibu jari,
kemudian pertemukan kedua punggung jari kelingking dan jari manis ( jari2 lainnya menempel
satu sama lainnya) dan tekan sekuatnya ( waktu sda ), menghilangkan grogi, mati rasa, mata
minus atau plus.
6. LINGGA SIWA MUDRA : pertemukan kedua telapak tangan, masing-masing jari saling mengunci
satu sama lainnya, dan ibu jari tangan kiri mengunci diatas ibu jari tangan kanan.
menghilangkan filek dan deman.
7. PRTHIWI MUDRA : sentuhkan ujung jari tengah dengan ujung ibu jari sekuatnya (waktu sda ),
meningkatkan daya tahan tubuh, menambah staminia, memberikan kesegaran bagi yang
sedang sakit.
8. PRANA MUDRA : melipat kedua jari kelingking dan jari manis sampai menyentuh pangkal ibu jari,
menciptakan panas dan membantu pencernaan.

Jika ingin tuntunan lebih lanjut silahkan datang ke YOGA HEALING BALI.

Contac Us:

Guru Made Sumantra

Address: Lungsiakan Rd, Kedewatan, Ubud, Bali, Indonesia.

www.yogahealingbali.com

Email balineseyoga@yahoo.com

Call: 087861187825

 

SELAMAT DATANG
Di Website
YOGA HEALING BALI
Balinese Yoga Healing
And Training

Jajak Pendapat

Program Yoga Apa Yang Paling Anda Minati?

View Results

Loading ... Loading ...

Pengunjung

  • Today Visit: 41
  • Yesterday Visit: 462
  • Month Visit: 9594
  • Total Visit: 202173
ubudyogahealingcentre
denpasarypgahealingcentre

Facebook Kami

Jobs, Cars and Top Windows VPS, Cloud Hosting by http://www.accuwebhosting.com/ - rock solid VPS Hosting.